Bertualang lewat “Gentayangan” Karya Intan Paramaditha

Balairung Press, 21 Januari 2018

“Beri aku uang, visa, dan tiket. Sekali jalan. Aku tak mau pulang,” ucap seorang perempuan kepada iblis, kekasihnya. Ia menginginkan petualangan, perjalanan yang seru, dan tidak mau menetap di Indonesia. Umurnya sudah 28 tahun dan sepanjang hidupnya ia belum pernah pergi ke luar negeri sama sekali. Setelah membuat perjanjian, perempuan tersebut bertualang ke berbagai tempat di seluruh negeri dengan sepatu merah pemberian iblis itu.

Kisah di atas merupakan penggalan dari novel “Gentayangan: Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu” yang ditulis oleh Intan Paramaditha. Karya penulis kelahiran Bandung ini diluncurkan di Yogyakarta pada salah satu rangkaian acara “Buka Studio 7 Hari 7 Malam” yang diselenggarakan oleh Teater Garasi (18-01). Sebelumnya, buku ini telah diluncurkan di Jakarta dan Bali.

Dalam novel ini, Intan menggunakan sudut pandang orang kedua yang digambarkan dengan “kau” sebagai karakter utama novelnya. Tokoh ini adalah seorang perempuan kelas menengah yang bekerja sebagai guru bahasa inggris. Ia merasa bosan karena meski bekerja sebagai guru bahasa inggris, ia tidak pernah ke negara yang berbahasa inggris. “Novel ini bercerita tentang perempuan naif yang ingin melakukan petualangan. Untuk mewujudkan itu, ia bersekutu dengan iblis,” kata Intan.

Selanjutnya