Hasrat dan Kreasi bersama Intan Paramaditha

Whiteboard Journal, 18 Oktober 2017

Febrina Anindita

… “Gentayangan” sangat berbeda sebetulnya dari “Sihir Perempuan,” dia bukan adik dari “Sihir Perempuan,” dia berangkat dari pemikiran yang berbeda. Ini adalah refleksi tentang bagaimana kita menjadi manusia yang berjalan atau terus diputar di era saat ini ketika batas-batas negara semakin luntur, bisa dibilang subjek global…

Kita belum bicara tentang pergerakan yang lain, misalnya diaspora Indonesia di luar negeri yang banyak ilegal, itu banyak sekali dan kita tidak membicarakan mereka, para imigran ilegal. Lalu ada juga refugee. Jadi manusia semakin bergerak, semakin mengalir, pergerakan manusia melintasi batas negara itu semakin dimungkinkan saat ini. Lalu, apa artinya menjadi subjek bergerak? Jadi ini adalah tentang pergerakan, tentang perjalanan, tentang subjek yang berputar di era yang global.

Selanjutnya