Novel ‘Gentayangan’ dan Aneka Merah Warna Perempuan

Gita Putri Damayana, Magdalene.co, 
10 November 2017

Jika boleh mengandaikan, Intan Paramaditha dalam novel terbarunya Gentayangan adalah penjual lipstik aneka warna. Setiap warna memiliki ceritanya sendiri, sebagaimana tiap lipstik mempunyai rona dan tekstur berbeda di tiap bibir.

Gentayangan berisi kisah-kisah pendek yang bermuara dari seorang perempuan (kita sebut saja namanya ‘Merah’) yang bercinta dengan Iblis. Iblis kemudian menghadiahi Merah sepasang sepatu, juga merah, yang membawanya ke berbagai petualangan. Dalam petualangan pertamanya, Merah terbangun dalam taksi yang membawanya ke Bandara JFK di kota New York, AS. Perjalanannya menuju bandara tersebut kemudian membuat Merah mendarat di Berlin, Amsterdam, Lima, hingga tentu saja, Jakarta.

Bagaikan lipstik, Intan melekatkan pengalaman aneka perempuan pada Merah. Di tiap penghujung cerita, Intan membuat pembaca memilih satu dari beberapa tujuan, atau memaksa kita melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Pilihan-pilihan itu akan membawa pembaca selaku Merah mengadu nasib. Dari lajang yang mencari peruntungan di Los Angeles, sampai pacar seorang pria kulit putih kaya di New York, lesbian dengan kekasih asal Belanda, hingga istri seorang ulama yang kariernya sedang melesat di Jakarta.

Selanjutnya